A.Pengertian
modernisasi
Modernisasi menunjukkan suatu proses
dari serangkaian upaya untuk menuju atau menciptakan nilai-nilai (fisik,
material, dan sosial) yang bersifat atau berkualifikasi universal, rasional,
dan fungsional. Lazimnya, modernisasi selalu dipertentangkan dengan nilai-nilai
tradisi. Modernisasi berasal dari kata modern yang berarti maju, modernity atau
modernitas, yang diartikan sebagai nilai-nilai yang keberlakuannya dalam aspek
ruang, waktu, dan kelompok sosialnya lebih luas atau universal. Konsep yang
lazim dipertentangkan dengan modern adalah tradisi, yang berarti barang yang
diperoleh seseorang atau kelompok melalui proses pewarisan secara turun-temurun
dari generasi ke generasi. Umumnya tradisi meliputi sejumlah norma yang keberlakuannya
tergantung kepada ruang atau tempat, waktu, dan kelompok atau masyarakat
tertentu. Artinya keberlakuannya terbatas, tidak bersifat universal seperti
yang berlaku bagi nilai-nilai atau values.
Sejumlah ahli sosiologi mengemukakan definisi modernisasi sebagai berikut.
- Astrid S. Susanto. Modernisasi adalah suatu proses pembangunan yang memberikan kesempatan ke arah perubahan demi kemajuan.
- J.W. Schoorl. Modernisasi merupakan penerapan pengetahuan ilmiah pada semua kegiatan, bidang kehidupan, dan aspek kemasyarakatan.
Sejumlah ahli sosiologi mengemukakan definisi modernisasi sebagai berikut.
- Astrid S. Susanto. Modernisasi adalah suatu proses pembangunan yang memberikan kesempatan ke arah perubahan demi kemajuan.
- J.W. Schoorl. Modernisasi merupakan penerapan pengetahuan ilmiah pada semua kegiatan, bidang kehidupan, dan aspek kemasyarakatan.
- Koentjaraningrat. Modernisasi
adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang.
- Soerjono Soekanto. Modernisasi identik dengan suatu bentuk dari perubahan sosial yang biasanya terarah dan didasarkan pada suatu perencanaan.
- Wilbert E. Moore. Modernisasi adalah suatu transformasi total kehidupan bersama, dari yang tradisional ke arah pola-pola negara barat yang telah stabil.
Istilah modernisasi sering dipersamakan secara keliru dengan westernisasi dan sekularisasi. Modernisasi, westernisasi, dan sekularisasi memang memiliki beberapa persamaan antara lain berasal dari barat, mempunyai kepentingan terhadap berbagai aspek keduniawian, merupakan hasil perbandingan dari berbagai aspek kehidupan manusia yang dirasionalkan, serta berwujud proses perubahan.
- Soerjono Soekanto. Modernisasi identik dengan suatu bentuk dari perubahan sosial yang biasanya terarah dan didasarkan pada suatu perencanaan.
- Wilbert E. Moore. Modernisasi adalah suatu transformasi total kehidupan bersama, dari yang tradisional ke arah pola-pola negara barat yang telah stabil.
Istilah modernisasi sering dipersamakan secara keliru dengan westernisasi dan sekularisasi. Modernisasi, westernisasi, dan sekularisasi memang memiliki beberapa persamaan antara lain berasal dari barat, mempunyai kepentingan terhadap berbagai aspek keduniawian, merupakan hasil perbandingan dari berbagai aspek kehidupan manusia yang dirasionalkan, serta berwujud proses perubahan.
B. Dampak Modernisasi
1. Tanggapan dan Kecenderungan
Perilaku Masyarakat terhadap Modernisasi dan Globalisasi
a. Sikap Positif
Sikap positif menunjukkan bentuk
penerimaan masyarakat terhadap arus modernisasi dan globalisasi. Sikap positif
mengandung unsur-unsur sebagai berikut.
1) Penerimaan secara terbuka (open
minded); sikap ini merupakan langkah pertama dalam upaya menerima pengaruh
modernisasi dan globalisasi. Sikap terbuka akan membuat kita lebih dinamis,
tidak terbelenggu hal-hal lama yang bersikap kolot, dan akan lebih mudah
menerima perubahan dan kemajuan zaman.
2) Mengembangkan sikap antisipatif
dan selektif; sikap ini merupakan kelanjutan dari sikap terbuka. Setelah kita
dapat membuka diri dari hal-hal baru, langkah selanjutnya adalah kita harus
memiliki kepekaan (antisipatif) dalam menilai hal-hal yang akan atau sedang
terjadi kaitannya dengan pengaruh modernisasi dan globalisasi. Sikap
antisipatif dapat menunjukkan pengaruh yang timbul akibat adanya arus
globalisasi dan modernisasi. Setelah kita mampu menilai pengaruh yang terjadi,
maka kita harus mampu memilih (selektif) pengaruh mana yang baik bagi kita dan
pengaruh mana yang tidak baik bagi kita.
3) Adaptif, sikap ini merupakan kelanjutan dari sikap antisipatif dan selektif. Sikap adaptif merupakan sikap mampu menyesuaikan diri terhadap hasil perkembangan modernisasi dan globalisasi. Tentu saja penyesuaian diri yang dilakukan bersifat selektif, artinya memiliki pengaruh positif bagi si pelaku.
3) Adaptif, sikap ini merupakan kelanjutan dari sikap antisipatif dan selektif. Sikap adaptif merupakan sikap mampu menyesuaikan diri terhadap hasil perkembangan modernisasi dan globalisasi. Tentu saja penyesuaian diri yang dilakukan bersifat selektif, artinya memiliki pengaruh positif bagi si pelaku.
4) Tidak meninggalkan unsur-unsur
budaya asli, seringkali kemajuan zaman mengubah perilaku manusia, mengaburkan
kebudayaan yang sudah ada, bahkan menghilangkannya sama sekali. Kondisi ini
menyebabkan seseorang/masyarakat kehilangan jati diri mereka, kondisi ini harus
dapat dihindari. Semaju apa pun dampak modernisasi yang kita lalui, kita tidak
boleh meninggalkan unsur-unsur budaya asli sebagai identitas diri. Jepang
merupakan salah satu negara yang modern dan maju, namun tetap mempertahankan
identitas diri mereka sebagai masyarakat Jepang.
b . Sikap Negatif
1) Tertutup dan was-was (apatis);
sikap ini umumnya dilakukan oleh masyarakat yang telah merasa nyaman dengan
kondisi kehidupan masyarakat yang ada, sehingga mereka merasa was-was, curiga,
dan menutup diri dari segala pengaruh kemajuan zaman. Sikap seperti ini pernah
ditunjukkan oleh negara Cina dengan politik Great Wall-nya. Sikap apatis dan
menutup diri ini tentu juga kurang baik, karena sikap ini akan menjauhkan diri
dari kemajuan dan perkembangan dunia, kondisi ini akan menyebabkan masyarakat
negara lain yang terus tumbuh dan berkembang seiring dengan kemajuan zaman.
2) Acuh tah acuh; sikap ini pada
umumnya ditunjukkan oleh masyarakat awam yang kurang memahami arti strategis
modernisasi dan globalisasi. Masyarakat awam pada umumnya tidak terlalu repot
mengurusi dampak yang akan ditimbulkan oleh modernisasi dan globalisasi. Mereka
pada umumnya memercayakan sepenuhnya pada kebijakan pemerintah atau atasan
mereka (hanya sebagai pengikut saja). Sikap ini cenderung pasif dan tidak
memiliki inisiatif.
3) Kurang selektif dalam menyikapi perubahan modernisasi; sikap ini ditunjukkan dengan menerima setiap bentuk hal-hal baru tanpa adanya seleksi/filter. Kondisi ini akan menempatkan segala bentuk kemajuan zaman sebagai hal yang baik dan benar, padahal tidak semua bentuk kemajuan zaman sesuai dengan budaya masyarakat kita. Jika seseorang atau suatu masyarakat hanya menerima suatu modernisasi tanpa adanya filter atau kurang selektif, maka unsur-unsur budaya asli mereka sedikit demi sedikit akan semakin terkikis oleh arus modernisasi yang mereka ikuti. Akibatnya, masyarakat tersebut akan kehilangan jati diri mereka dan ikut larut dalam arus modernisasi yang kurang terkontrol.
3) Kurang selektif dalam menyikapi perubahan modernisasi; sikap ini ditunjukkan dengan menerima setiap bentuk hal-hal baru tanpa adanya seleksi/filter. Kondisi ini akan menempatkan segala bentuk kemajuan zaman sebagai hal yang baik dan benar, padahal tidak semua bentuk kemajuan zaman sesuai dengan budaya masyarakat kita. Jika seseorang atau suatu masyarakat hanya menerima suatu modernisasi tanpa adanya filter atau kurang selektif, maka unsur-unsur budaya asli mereka sedikit demi sedikit akan semakin terkikis oleh arus modernisasi yang mereka ikuti. Akibatnya, masyarakat tersebut akan kehilangan jati diri mereka dan ikut larut dalam arus modernisasi yang kurang terkontrol.
B. Pengertian Westernisasi
Westernisasi
adalah Sebuah arus besar yang mempunyai jangkauan politik , sosial , kultural
dan teknologi. Arus ini bertujuan mewarnai kehidupan bangsa - bangsa terutama
kaum muslimin dengan gaya barat. Modernisasi adalah Perubahan masyarakat dari
masyarakat tradisional ke masyarakat modern dalam seluruh aspek nya.
Perbedaan dari Ketiga pengertian di atas :
Perbedaan dari Ketiga pengertian di atas :
Modernisasi
: Mengarah kepada mengubah cara berpikir tradisional dan irrasional menjadi
cara berpikir rasional , efiensi, dan praktis
Westernisasi : Mengarah kepada proses identifikasi dan imitasi budaya barat.
Westernisasi : Mengarah kepada proses identifikasi dan imitasi budaya barat.
Menurut Arief Furtonutely,
menjelaskan bahwa westernisasi adalah arus besar dalam dimensi politik, sosial,
kultur budaya, pengetahuan dan seni untuk mengubah karakter kehidupan
bangsa-bangsa di dunia secara umum dan negara-negara Islam khususnya menjadi paham-paham
Barat. Hal itu dilakukan demi tujuan menghilangkan karakter dasar mereka dan
menjadikan mereka anggota keluarga yang loyal terhadap peradaban Barat.
Sedangkan Eka Gunawan, dalam bukunya Modernisasi, Westernisasi, dan
Sekuiarisasi, menjelaskan Konsep Westernisasi sebagai suatu proses
peniruan oleh suatu masyarakat /Negara tentang kebudayaan Negara-negara barat
yang dianggap lebih baikday daripada kebudayaan Negara sndiri. Ia menjelaskan
bahwa antara Westernisasi, modernisasi, dan sekularisasi memiliki kesamaan yang
amat signifikan antara ketiganya, yaitu :
1. Modernisasi, westernisasi dan
sekularisasi sama-sama mempunyai kepentingan soal duniawi.
2. Sama-sama memiliki unsure-unsur dari dunia Barat.
3. Sama-sama merupakan hasil perbandingan dari berbagai aspek kehidupan manusia yang dirasionalkan.
4. Sama-sama merupakan suatu proses perubahan dari suatu yang dianggap kurang menjadi sesuatu yang dianggap lebih bagi penganutnya
2. Sama-sama memiliki unsure-unsur dari dunia Barat.
3. Sama-sama merupakan hasil perbandingan dari berbagai aspek kehidupan manusia yang dirasionalkan.
4. Sama-sama merupakan suatu proses perubahan dari suatu yang dianggap kurang menjadi sesuatu yang dianggap lebih bagi penganutnya
Namun, tetap secara substansial ada
beberapa perbedaan antara ketiganya, yang kemudian di jelaskan oleh Eka Gunawan
sebagai berikut :
1. Modernisasi
a. Modernisasi mutlak ada dan diperlukan oleh setiap Negara
b. Tidak mengesampingkan nilai-nilai keagamaan.
2. Westernisasi
a. Mutlak pembaratan.
b. Munculnya westernisasi karena perkembangan masyarakat modern itu terjadi di dalam kebudayaan barat yang disajikan dalam bentuk barat. Sedangkan bentuk barat itu sering kali dipandang sebagai satu-satunya kemungkinan yang ada.
3. Sekularisasi
a. Berorientasi semata-mata kepada kepentingan duniawi.
b. Tidak terikat pada nilai-nilai keagamaan.
a. Modernisasi mutlak ada dan diperlukan oleh setiap Negara
b. Tidak mengesampingkan nilai-nilai keagamaan.
2. Westernisasi
a. Mutlak pembaratan.
b. Munculnya westernisasi karena perkembangan masyarakat modern itu terjadi di dalam kebudayaan barat yang disajikan dalam bentuk barat. Sedangkan bentuk barat itu sering kali dipandang sebagai satu-satunya kemungkinan yang ada.
3. Sekularisasi
a. Berorientasi semata-mata kepada kepentingan duniawi.
b. Tidak terikat pada nilai-nilai keagamaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar