Selasa, 30 Oktober 2012

pengertian kurikulum


PENGERTIAN KURIKULUM MENURUT PARA AHLI1.    Kurikulum adalah Rancangan Pengajaran atau sejumlah mata pelajaran yang disusun secara sistematis untuk menyelesaikan suatu program untuk memperoleh ijazah. (Crow and Crow)2.    Kurikulum adalah sebagai sebuah perencanaan untuk memperbaiki seperangkat pembelajaran untuk seseorang agar menjadi terdidik (J. Galen Saylor, William M. Alexander, and arthur J. Lewis dalam Oliva 1991:6)3.    Kurikulum sekolah adalah konten dan proses formal maupun non formal di mana pebelajar memperoleh pengetahuan dan pemahaman, perkembangan skil, perubahan tingkah laku, apresiasi, dan nilai-nilai di bawah bantuan sekolah (Ronald C. Doll dalam Oliva, 1991:7)4.    Kurikulum adalah rekonstruksi dari pengetahuan dan pengalaman secara sistematik yang dikembangkan sekolah (atau perguruan tinggi), agar dapat pebelajar meningkatkan pengetahuan dan pengalamannnya (Danniel Tanner and Laurel N. Tanner dalam Oliva, 1991:7)5.    Kurikulum adalah sejumlah pengalaman pendidikan kebudayaan, sosial, olahraga, dan kesenian yang disediakan oleh sekolah bagi murid-murid di dalam dan di luar sekolah dengan maksud menolongnya untuk berkembang menyeluruh dalam segala segi dan merubah tingkah laku mereka sesuai dengan tujuan-tujuan pendidikan. (Dr. Addamardasyi dan Dr. Munir Kamil) Dari definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa kurikulum itu mempunyai empat unsur utama, yaitu:1.    Tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh pendidikan itu. Dengan lebih tegas lagi orang yang bagaimana ingin kita bentuk melalui kurikulum.
2.    Pengetahuan (knowledge), informasi-informasi, data-data, aktivitas-aktivitas dan pengalaman-pengalaman sehinggat terbentuk kurikulum tersebut. Bagian inilah yang biasa disebut mata pelajaran. Bagian ini pulalah yang dimasukkn dalam silabus.
3.    Metoda dan cara-cara mengajar yang dipakai oleh guru-guru untuk mengajar dan mendorong murid-murid belajar dan membawa mereka ke arah yang dikehendaki oleh kurikulum.
4.    Metode dan cara penilain yang dipergunakan dalam mengukur dan menilai kurikulum dan hasil proses pendidikan yang direncanakan dalam kurikulum seperti ulangan dan ujian-ujian yang ada di sekolah.
            KESIMPULAN            Kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu carier yang artinya pelari dan curare yang berarti tempat berpacu. Jadi, istilah kurikulum berasal dari dunia olah  raga pada zaman Romawi Kuno di Yunani, yang mengandung pengertian suatu  jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai garis finish.Dari beberapa definisi yang telah dipaparkan oleh beberapa ahlai di  atas, kami  menyimpulkan bahwa pengertian kurikulum adalah sebagai berikut:Kurikulum adalah seperangkat perencanaan pengajaran yang sistematik yang berisi pernyataan tujuan, organisasi konten, organisasi pengalaman belajar, program pelayanan, pola belajar mengajar, dan program evaluasi agar pebelajar dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dan perubahan tingkah laku.        



Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum
Dalam pengembangn kurikulum, berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut
1.        Prinsip yang berorientasi dalam tujuan
Pengembangan kurikulum diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu, tujuan kurikulum mengandung aspek pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai khususnya dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional dan tujuan pendidikan Pancasila serta Undang-Undang Dasar
2.        Prinsip Relevansi (Kesesuaian)
Pengembangan kurikulum harus relevan dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat, tingkat penkembangan dan kebutuhan siswa serta serasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3.        Prinsip Efisiensi dan Efektifitas
Efisiensi merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai dan pengeluaran (beupa waktu, tenaga dan biaya) yang menunjukkan hasil yang seimbang.
Efektifitas berkenaan dengan sejauh mana kegiatan belajar mengajar yang direncanakan dapat berjalan dengan baik dan sangat berpengaruh pada pencapaian tujuan pengajaran (pendidikan) yang telah ditetapkan.
4.        Prinsip Flexibilitas (keluesan)
Flexibilitas merupakan kebebasan yang diberikan kepada peserta didik untuk memilih program pendidikan yang sesuai dengan bakat dan minat kebutuhan dan lingkungan serta member kesempatan pada guru untuk mengembangkan sendiri program-program pengajaran yang berpegang pada tujuan dan bahan pengajaran dalam kurikulum.
5.        Prinsip Kesinambungan (Kontinuitas)
Kontinuitas artinya bagian-bagian, aspek-aspek materi dan bahan kajian disusun secara berurutan, tidak terlepas akan tetapi memiliki hubungan fungsional yang bermakna sesuai dengan jenjang pendidikan, struktur dalam satuan pendidikan, tingkat penkembangan siswa dengan prinspi ini tampak jelas alur dan keterkaitan didalam kurikulum tersebut sehingga mempermudah guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran.
6.        Prinsip Keseimbangan
Memperhatikan keseimbangan secara professional dan fungsional antara berbagai program dan subprogram, antara semua mata pelajaran dan anatara aspek perilaku yang ingin dikembangkan.


7.        Prinsip Prinsip Keterpaduan
Perencanaan terpadu bertitik tolak dari masalah dan konsistensi antara unsure-unsurnya. Pelaksanaan terpadu dengan melibatkan semua pihak baik dilingkungan sekolah maupun pada tingkat intersektoral.

8.        Prinsip Mutu
Pendidikan yang bermutu ditentukan oleh derajat mutu guru, kegiatan belajar mengajar, peralatan atau media yang bermutu. Hasil pendidikan yang bermutu diukur berdasarkan criteria pendidikan nasional yang diharapkan.
9.        Prinsip Pendidikan Seumur hidup
Pendidikan tidak saja dilakukan disekolah dan tidak juga merupakan monolpoli sekolah namun proses pendidikan dapat dilakukan diluar sekolah misalnya dalam keluarga dan masyarakat. Prinsip pendidikan seumur hidup mengandung implikasi lain yaitu agar sekolah tidak saja member pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan pada saat peserta didik tamat dari sekolah namun juga bekal kemampuan untuk dapat menumbuhkembangkan diri sendiri.
1.      Persamaan prinsip pengembangn kurikulum 1994, KBK dan KTSP
a.       Menuju pada tanggapan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
b.      Sama-sama berorientasi pada tujuan pendidikan
c.       Ada prinsip keterpaduan
d.      Prinsip belajar sepanjang hayat
e.       Prinsip keseimbangan antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
f.       Berpusat pada potensi peserta didik dengan penilaian yang berkelanjutan dan komprehensif.
2.      Perbedaan prinsip pengembangan kurikulum 994, KBK dan KTSP
a.       Kurikulum 994, dalam pengembangan kurikulum ini, menitikberatkan pada penyempurnaan dan penyamaan kurikulum sesuai dengan tujuan pendidikan.
·         Kurikulum KBK berorientasi pada perkembangan psikologi peserta didik.
·         Kurikulum KTSP berorientasi untuk mengembangkan potensi dalam diri peserta didik serta kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat.
b.      Kurikulum 1994, dalam proses pembelajaran berpusat pada guru dengan menggunakan prinsip keterpaduan.
·         Kurikulum KBK, Proses pembelajarannya, guru masih terlibat namun tidak sepenuhnya didominasi oleh guru dan siswa lebih aktif dibanding pada kurikulum 1994
·         Kurikulum KTSP, proses pembelajarannnya sudah sepenuhnya dilakukan oleh siswa dan guru hanya sebagai fasilitator dan motivator.
c.       Kurikulum 1994, rencana pendidikan sepenuhnya.
·         Kurikulum KBK, Sekolah bias member inovasi dalam menyusun rencana pendidikan yang dikembangkan pemerintah dibidang kurikulum.
·         Kurikulum KTSP, Sekolah diberi kewenangan penuh untuk menyusun rencana pendidikan dengan mengacu pada standar-standar yang ditetapkan.
d.  Perbedaan dari segi tujuan
·         Kurikulum 1994, siswa menguasai materi dan guru menyiapkan siswa ke jenjang pendidikan tinggi.
·         KBK, Siswa mencapai kompetensi tertentu, membekali akademik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan mampu memecahkan masalah secara wajar dan menjalani hidup secara bermanfaat.
·         KTSP, meningkatkan mutu pendidikan kemadirian da inisiatif sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar